Islamnya Napoleon Bonaparte

Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.

Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.

Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.

Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.

Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ?

Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat dimajalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.

Baca lebih lanjut

Komputer rakitan akan menggunakan OS IGOS

Barusan saja baca kompas.com bahwa komputer rakitan akan menggunakan IGOS (Indonesia Going Open Source). Nantinya CD- cd tersebut akan dibagukan gratis ke toko – toko beserta aplikasinya yaitu openoffice yang kemampuannya sudah tidak bisa dianggap remeh lagi dibandingkan deng Microsoft Office. Tapi selain IGOS, boleh juga menggunakan OS lainnya yaitu Fedora, Ubuntu, openSuse, dll

Sebenarya tidak ada salah menggunakan software propietary tapi dengan adanya open source maka akan menghemat devisa negara sebanyaksedikitnya 7,5 trilliun rupiah per tahun. Untuk menggunakan Microsoft boleh saja tapi dengan biaya tambahan yaitu 1 juta, belum termasuk Microsoft Office sebesar  4 juta.

“Boleh saja menggunakan Microsoft tetapi ada biaya tambahan yang lumayan besar yang untuk operating system-nya saja tambah Rp1 juta. Kalau mau tambah Microsoft Office tambah Rp4 juta,” kata Sekjen Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Sutiono Gunadi di sela Penandatanganan MOU antara Kementerian Ristek dan Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) di Jakarta, Jumat (23/5)

Kira- kira  dua bulan yang lalu Microsoft mengeluarkan versi Office yang pemakainnya tanpa pembelian software secara penuh, tetapi dengan cara isi ulang (maaf lupa nama program yang dilakukan Microsoft Office ini!! ) Jadi dalam pemakainnya kita membayar  xx$ per jangka waktu yang ditentukan untuk mendapatkan license number . Lalu setelah jangka waktunya selesai maka Microsoft office tidak akan bisa dipakai mengetik tapi hanya bisa dipakai untuk viewer (melihat) file kita. Benar- benar banayak akalnya orang- orang Microsoft agar menarik pelanggan dalam menggunakan produk mereka!!!

So mana yang kamu pilih open Source atau Propietary????