Pengecekan Disk dengan MegaCli

  1. Apabila ada missing information dari slot berarti itu yang rusak
    /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -AdpAllInfo -aALL (liat informasi raid)
    Cek bagian ini
    Device Present
    ================
    Virtual Drives : 2
    Degraded : 1
    Offline : 0
    Physical Devices : 16
    Disks : 14
    Critical Disks : 0
    Failed Disks : 0
  2. /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -cfgdsply -aall | grep -i ‘firmware state’ (liat jumlah drive dan status yang failed )
  3. /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -PDList -aALL (Missing slot)
  4. /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -PDInfo -PhysDrv [EnclosureID:SlotNumber] -aALL
    /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -PDInfo -PhysDrv [32:2] -aALL  — (Info detail tentang disk yang rusak)
    SN didapatkan pada Inquiry Data: W1F1M98FST3000DM001-1CH166 CC24 (ST3000DM001-1CH166)

===================================

Status disk Disk Unconfigured (Good) – Reference Article https://www-01.ibm.com/support/docview.wss?uid=swg21988146

  1. Lakukan langkah 1, 2, 3 . Hasilnya
    Adapter 0
    ….
    Enclosure Device ID: 32
    Slot Number: 2
    Drive’s position: DiskGroup: 1, Span: 0, Arm: 2
    Enclosure position: 1


    Firmware state: Failed
  2.  Setelah mendapatkan lokasi failed disk, jalankan command

    /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -pdgetmissing -aALL – maka akan ditampilkan Array dan row position drive di RAID Array

    [root@secstor01 ~]# /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -pdgetmissing -aALL

    1. Adapter 0 – Missing Physical drivesNo. Array Row Size Expected
      0        1         2     2861056 MB
  3. Tempatkan missing drive dari hasil di langkah 1 ke RAID Array hasil dari langkah 2 dengan command :

    /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -PdReplaceMissing -PhysDrv [32:2] -Array1 -row2 -a0

  4. /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -PDRbld -Start -PhysDrv [32:2] -a0 (Start rebuilding)
  5. /opt/MegaRAID/MegaCli/MegaCli64 -PDRbld -ShowProg -PhysDrv [32:2] -a0 (Melihat proses rebuilding)

 

 

 

Iklan

Mount LVM yang memiliki VG name sama

Berikut cara untuk mount VG name yang memiliki nama yang sama di Linux :

sudo pvscan #Use this to verify your LVM partition(s) is/are detected.
sudo vgscan -v #Scans for LVM Volume Group(s)
sudo vgchange -ay #Activates LVM Volume Group(s)
sudo lvscan #Scans for available Logical Volumes

 

Jika VG name sama maka lakukan

vgdisplay | egrep -i “uuid|name”

Dari command diatas maka akan diketahui UUID dari disk yang lama. Untuk mengetahui UUID dari disk baru, dapat diketahui dari command vgscan -v.

lvs
vgrename -v UUID_disk_lama vg_old_disk #rename disk
vgscan
lvscan  #melihat hasil setelah rename VG name, apabila inactive jadikan active
lvchange -ay /dev/vg_old_disk/root   #mount root direktori
lvscan  #melihat hasil VG name menjadi active

mkdir /mnt/olddata
mount /dev/vg_old_disk/root /mnt/olddata

referensi
https://unix.stackexchange.com/questions/339011/how-do-i-mount-an-lvm-partition
https://www.thegeekdiary.com/centos-rhel-how-to-activate-and-mount-2-volume-groups-with-same-names/

Konek VPN tetapi Tidak Bisa Konek Internet

Apabila mengalami konek VPN tetapi tidak bisa konek internet berarti PC kita menggunakan routing dari VPN tersebut. Cara mengatasinya kita bisa menambahkan routing atu merubah konfigurasi VPN kita seperti di link berikut :

https://documentation.meraki.com/MX/Client_VPN/Configuring_Split_Tunnel_Client_VPN

Apabila ingin mudahnya kita bisa menjalankan commad berikut sebelum melakukan koneksi VPN

Set-VpnConnection -Name "nama_VPN" -SplitTunneling $True

Install DELL Raid (OMSA) Linux

Set up the Dell OpenManage Repository
# wget -q -O – http://linux.dell.com/repo/hardware/latest/bootstrap.cgi | bash
Install OMSA
# yum install srvadmin-all

If you get error on EPEL, follow below steps
https://community.hpcloud.com/article/centos-63-instance-giving-cannot-retrieve-metalink-repository-epel-error
Please run : sudo sed -i “s/mirrorlist=https/mirrorlist=http/” /etc/yum.repos.d/epel.repo

Start OMSA Services.
# service snmpd restart
# /opt/dell/srvadmin/sbin/srvadmin-services.sh restart
Run the following command to enable autostart of the service after reboot:
# /opt/dell/srvadmin/sbin/srvadmin-services.sh enable

Jangan Lupa menambahkan allow port 1311 di Iptable
vi /etc/sysconfig/iptables
-A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 1311 -j ACCEPT
/etc/init.d/iptables restart

Install RAID 3ware on Linux

wget ftp://tsupport:tsupport@ftp0.lsil.com/private/3Ware/downloads/3DM2_CLI-Linux_9.5.4_10.2.1.zip
unzip 3DM2_CLI-Linux_9.5.4_10.2.1.zip
chmod +x install.sh
./install.sh -i

If https://localhost:888 can not open, replace 3dm2 version with :
wget ftp://tsupport:tsupport@ftp0.lsil.com/private/3Ware/3dm2_kb16625.zip
unzip 3dm2_kb16625.zip

move 3dm2 file to /usr/sbin
cd /usr/sbin
chmod 755 3dm2

kill 3dm2 pid
ps -aux | grep 3dm2

start 3dm2
/usr/sbin/3dm2 start

Install Cpanel/WHM menggunakan Glue Records dari Freenom.com

Pada tutorial ini saya ingin berbagi cara membuat domain gratisan dari Freenom dan membuat Glue Records pada Freenom agar server Cpanel yang akan kita install dapat berfungsi sebagai DNS Server.

Sebelum kita membuat glue records, sebaiknya kita mendaftar dulu nama domain yang ingin kita pakai pada freenom.com. Freenom memberikan kita domain secara cuma-cuma yang kita bisa pakai untuk pembelajaran. Pada tutorial ini saya menggunakan nama thyspir.ml pada Freenom.

Pembuatan Glue Records

Setelah domain thyspir.ml sudah terdaftar pada Freenom, saatny kita membuat glue records.

Kita klik Manage Domain – Management Tools –  Register glue records

glue-records

Setelah itu tinggal kita register nameserver ns1.thyspir.ml dan ns2.thyspir.ml dan masukkan IP Address dari VPS server yang akan digunakan. Rubah namserver pada Frenom mengarah ke ns1.thyspir.ml dan ns2.thyspir.ml.

Install Cpanel pada VPS

Berikut langkah- langkah install Cpanel

  1. cd /home && curl -o latest -L https://securedownloads.cpanel.net/latest && sh latest
  2. Setelah install CPanel selesai. Maka akan terdapat proses setup pada WHM, silahkan arahkan nameserver dari Cpanel/WHM ke ns1.thyspir.ml & ns2.thyspir.ml beserta IP Address dari nameserver tersebut.
  3. Setelah itu buat DNS Zone di Add a DNS Zone – create thyspir.ml & proceed. Sekarang kita mempunyai domain thyspir.ml on WHM.
    WHM dapat juga sebagai DNS server selama domain yang berada pada WHM tersebut menggunakan nameserver ns1.thyspir.ml & ns2.thyspir.ml dan melakukan pointin dari registrar ke nameserver tersebut.
  4. Kita bisa menambahkan DNS Zone untuk domain lainnya seperti thyspir.cf pada WHM di menu Add a DNS Zone. Stelah itu pada registrar melakukan pointing NS dari thyspir.cf ke ns1.thyspir.ml & ns2.thyspir.ml.

NB: setelah kita memasukkan IP Address nameserver pada proses setup WHM, maka kita dapat melakukan ping ke ns1.thyspir.ml dan ns2.thyspir.ml

Install CSF (ConfigServer Security & Firewall) pada Cpanel

Setelah semua konfigurasi telah selesai, sekarang kita bisa menginstall firewall pada Cpanel. Firewall yang kita gunakan menggunakan CSF. Firewall ini free dan bisa prevent attack dari sisi network. Berikut langkah instalasinya

wget https://download.configserver.com/csf.tgz
tar -xzf csf.tgz
cd csf
./install.cpanel.sh

Setelah instalasi selesai. Status dari CSF adalah Firewall Status: Enabled but in Test Mode
Kita dapat merubahnya menjadi active pada CSF – Firewall Configuration -Rubah Value Testing menjadi 0 – klik Change & restart csf+lfd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Solved. Tidak dapat searching email di Outlook 2013

Karena di perusahaan yang baru memakai exchange maka otomatis email client nya menggunakan outlook. Di perusahaan baru ini systema kerjanya berdasarkan ticket yang dikirim ke email, nah masalah pun datang. Ticket banyak yang datang tapi kok g dapat email, lalu saat dicari no ticketny g ketemu di outlook sehingga kemungkinan karena email yang masuk belum di index. Setelah googling akhirny ketemu juga cara memperbaikinya berdasarkan link . Aku kopi aja ya isi blognya

Berikut tampilan searching email di Outlook 2013 yang tidak menampilkan hasil pencarian. OS yang dipakai yaitu Windows 8.1

search1

Remove Outlook from Index

  1. Buka Outlook Settings (File | Options)
  2. Cari Search settings
  3. Klik  Indexing Options
  4. Klik Modify and deselect Microsoft Outlook
  5. Klik Close to dismiss dialog box
  6. Keluar dari Outlook

Pastikan Outlook Files dapat di Index

File Outlook OST or PST yang kita gunakan seharusnya dapat di Index oleh Windows. Berikut default file attribute saat Outlook indexing is enabled, tapi karena suatu sebab indexing tersebut tidak berjalan

  1. Cari semua file OST and PST yang terletak di Windows kita.  Di Windows 8, OST files biasanya terletak di C:\Users\[username]\AppData\Local\Microsoft\Outlook folder.
  2. Pada tiap file yang kita digunakan, Klik kanan pada file tersebut dan pilih Properties
  3. Klik tombol Advanced pada general Tab
  4. Pastikan bahwa Allow this file to have contents indexed in addition to file is checkedsearch2
  5. Klik OK

Re-Add Outlook to Index

Sekarang lakukan langkah yang sama pada langkah awal dan re-add  Microsoft Outlook to the search index.  Start Outlook, Cari Indexing Options, dan add Microsoft Outlook pada list.

Rebuild Index (Optional)

Langkah diatas seharusnya masalah kita terselesaikan;namun apabila masih tidak bisa,maka kita perlu rebuild the search index.  Berikut cara rebuild the index:

  1. Buka Outlook Settings (File | Options)
  2. Buka the Search settings
  3. Klik on Indexing Options
  4. Klik Advanced
  5. Klik Rebuild
  6. Klik OK  dan Close to dismiss the dialogs

Proses indexing akan berjalan untuk sementara waktu dan quick seach akan dapat digunakan kembali.