You are currently browsing the category archive for the 'Tips Dan Triks' category.

Akar permsalahan dari monitoring bandwidth ini karena di tempat kerjaq ingin liat komputer mana saja yang menghabiskan bandwith internet yang paling banyak. Apabila menggunakan squid pasti terlihat user mana saja yang akses internet sedangkan bagi user yang gateway kompuernya langsung ke Modem pasti sulit banget ngeliatnya..

Akhirnya searching deh di internet n menemukan 2 software yang cukup bagus yaitu Bandwidthd dan Etherape.

Bandwidthd dipilih karena berguna untuk melihat komputer mana saja yang menghabiskan banyak bandwidth karena nanti akan menggunakan sistem peringkat tapi memiliki kelemahan yaitu IP address yang akan di list hanya 20 komputer. Sedangkan untuk Etherape digunakan untuk melihat jalur internet dari tiap komputer.

Instalasi

Karena komputer yang saya pake memakai OS CentOS 5.2 maka download aja softwarenya disini. Untuk versi bandwidth yang aq pilih yaitu bandwidthd-2.0.1-9.el5.i386.rpm. Setelah di proses download selsesai maka lakukan instalasi:

rpm -ivh bandwidthd-2.0.1-9.el5.i386.rpm

Konfigurasi

Setelah instalasi selesai maka lakukan konfigurasi pada file /etc/bandwidthd.conf

nano /etc/bandwidthd.conf

Sesuaikan konfigurasi pada file tersebut, karena ditempat saya menggunkan subnet 192.168.0.0/24 dan ethernet yang saya pakai untuk koneksi ke internet eth0 maka file nya menjadi:

subnet 192.168.0.0/16

dev “eth0″

Karena menggunakan tampilan web maka kita buat symlink ke direktori webserver nya

ln -s /var/www/bandwidthd/htdocs/ /var/www/html/bandwidthd

Setelah selesai saatnya menjalankan service bandwidth.

/etc/init.d/bandwidthd start

Untuk mengaksesnya

http://ip_address/bandwidthd

Untuk beberapa saat tampilan graph tidak akan muncul, jadi tunggu saja sebentar.

Berikut screenshoot kompie saya

Bandwidthd

Sebenarnya da lama pingin blogging lagi tapi ga sempat…Mumpung lagi mendung n udara g lmyn dingin akhirnya nulis juga..Kang kita sering menggunakan VNC untuk remote komputer lain tapi bagaimana kalo satu komputer bisa di remote banyak user..CAranya sih dengan VNC multiple Session sehingga tiap user punya session  n akses port sendiri.

Setting up the Server

Syarat utamanya, jangan lupa install vncserver dan vnc pada komputer yang akan di remote.

Kita buat user pada komputer yang akan di remote, dalam contoh ini edp0tony dan edp0tri dan nantinya kita ingin tiap user tersebut dapat menggunakan X Session. Karena saya menggunakan CentOS maka edit file /etc/sysconfig/vncservers yang nantinya akan di load oleh vncserver initscript. Berikut isi dari file tersebut

# VNCSERVERS=”2:myusername”
VNCSERVERS=”1:edp0tony 2:edp0tri”
# VNCSERVERARGS[3]=”-geometry 800×600 -nolisten tcp -nohttpd -localhost”
VNCSERVERARGS[1]=”-geometry 800×600 -depth 16″
VNCSERVERARGS[2]=”-geometry 800×600 -depth 16″

Ket: VNCSERVERS=”1:edp0tony = edp0tony akan menggunakan display 1 VNCSERVERARGS[1]=”-geometry 800×600 -depth 16″ = menggunakan    resolusi 800 x 600 dengan color depth 16

Karena ini multisession maka tiap2 user akan mempunyai port sendiri bila akan diakses yaitu edp0tony = port 5901 dan edp0tri = port 5902

Konfigurasi User

Apabila vncserver telah disetting maka lakukan konfigurasi pada user dengan memberi password pada user tersebut.

[root@ltsp-server2 ~]# su edp0tony
[edp0tony@ltsp-server2 root]$ vncpasswd
Password:
Verify:

Start the VNC Server

Setelah konfigurasi selesai maka

[root@ltsp-server2 ~]# /etc/init.d/vncserver start

dan buat VNC Server ikut dalam startup komputer

[root@ltsp-server2 ~]# chkconfig vncserver on

setelah vnc server berjalan dengan baik maka akan muncul /home/edp0tony/.vnc yang berisi file log file, pid file and an X startup script. Tapi kita juga dapat mengedit dile xstartup dari tiap- tiap user. Contoh xstatup pada edp0tony

#!/bin/sh

# Uncomment the following two lines for normal desktop:
unset SESSION_MANAGER
exec /etc/X11/xinit/xinitrc

[ -x /etc/vnc/xstartup ] && exec /etc/vnc/xstartup
[ -r $HOME/.Xresources ] && xrdb $HOME/.Xresources
xsetroot -solid grey
vncconfig -iconic &
xterm -geometry 80×24+10+10 -ls -title “$VNCDESKTOP Desktop” &
gnome-start &

Ket:

xsetroot in this case sets the background color.
vncconfig is a supplementary program that can be used to control the vnc server. Apart from this, when run without arguments it acts as a helper application and its main purpose is to provide support for clipboard transfers between the client (vncviewer) and the vnc server.
xterm starts an xterm terminal.
twm starts the X server’s default window manager. We probably want to change that to a more user friendly window manager, eg fluxbox

Saatnya aksi meremote dilakukan

Untuk mengkases vncserver tersebut yaitu

vncviewer [Server's IP]:[Port]:[Display]

Kita akan meremote untuk user edp0tony maka ketikkan pada terminal
[root@ltsp-server2 ~]# vncviewer 192.168.0.2:1
lalu akan muncul windows untuk memasukkan password untuk user edp0tony. Apabila benar maka muncul X session dari user tersebut

referensi :

http://www.g-loaded.eu/2005/11/10/configure-vnc-server-in-fedora/

Iseng2 j coba mount partisi windows yang ada di temen sebelah karena di komputerku g da card reader untuk membaca compact flash. Jadi aku akal-akalin j. Jadi compact flash aku tancapkan dikomputer lalu disharing j..Beres kan. Tapi bagaimana cara ambilnya? klo dgn mengetikkan smb://ip_tujuan/folder, itu sih biasa tapi yang akan kita lakukan yaitu me-mount partisi windows pada direktori /mnt..

Caranya:

# mkdir -p /mnt/nama_folder

# mount -t cifs //ip_address_tujuan/folder_sharing -o username=safor,password=***** /mnt/cf/

Sedangkan untuk RHEL <=4 or Debian <= 3

# mount -t smbfs -o username=safor,password=***** //ip_address_tujuan/folder_sharing /mnt/cf

Klo ingin selalu di mount saat booting komputer caranya kita edit file /etc/fstab dan tambahkan

//ip_address_tujuan/folder_sharing /mnt/cf      smbfs   username=safor,password=***** 0 0

NB: cifs : merupakan file type untuk mount partisi windows over network sedangkan untuk versi lama menggunakan smbfs

Pasti anda telah mengetahui ssh? software untuk meremote komputer yang biasanya di pakai UNIX atau keluarga Linux. Begini ceritanya,sebenarnya di tempat kerjaku ada komputer server yang menggunakan windows 2000 server lalu bagimana aku harus mengaktifkan port 22 di windows n nantinya berguna untuk transfer file jg. Aku kira sih di windows ga akan bisa, ternyata setelah melihat link ini (versi indonesia) n ini (versi inggris) ternyata bisa loh…

Untuk Sisi Server

Untuk membuat ssh server di windows kita download dulu ssh untuk windows disini. Setelah di download lalu lakukan intalasi di komputer windows…Biasanya hasil instalasi akan terinstal pada C:\Program Files\OpenSSH. Seperti halnya di mesin Unix/Linux maka diperlukan identifikasi group dan user pada windows anda. Group yang dibuat akan menjadi group user yang akan didaftarkan ke SSHD di windows..Untuk membuatnya buka command prompt di windows lalu masuk ke direktori hasil instalasi..

C:\Program Files\OpenSSH\bin kemudian jalankan perintah berikut :

C:\Program Files\OpenSSH\bin> mkgroup -l >> ..\etc\group ( untuk grup lokal )
C:\Program Files\OpenSSH\bin> mkgroup -d >> ..\etc\group ( untuk group pada domain )

Sebaiknya gunakan saja group lokal, lalu buatlah nama user yang sudah terdaftar pada windows. Apabila anda menggunakan nama asal maka anda tidak dapat masuk ke sistem windows. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :

C:\Program Files\OpenSSH\bin> mkpasswd -l [-u <username>] >> ..\etc\passwd (menambahkan username ke passwd untuk user lokal )
C:\Program Files\OpenSSH\bin> mkpasswd -d [-u <username>] >> ..\etc\passwd (menambahkan username ke passwd untuk user lokal )

Seperti halnya pembuatan grup, gunakan saja yang untuk username lokal.

Setelah itu jalankan servis SSHD. Servis SSHD bisa dijalankan melalui Start > Control Panel > Administrative Tools > Service > jalankan servis OpenSSH for Windows..Server SSH sudah jadi, sekarang kita lakukan uji coba.

Uji Coba

Setelah SSH server dikomputer windows telah selesai dibuat, maka kita bisa secara langsung melakukan remote dari komputer linux kita atau menggunakan scp untuk tranfer file. Bagi yang menyukai yang berbasi GUI maka bisa menggunakan Filezilla (knp pake Filezilla kok ga gFTP?krn saat menggunakan gFTP sangat lama untuk login ke komputer windows jadi lebih baik gunakan saja Filezilla).

Client linux

Kita buka terminal, lalu lakukan remote seperti biasanya. Saat login kita akan masuk ke Documents and Settings\ (User account)..

root@e-computer:~# ssh administrator@192.168.0.2

****USAGE WARNING****

This is a private computer system. This computer system, including all
related equipment, networks, and network devices (specifically including
Internet access) are provided only for authorized use. This computer system
may be monitored for all lawful purposes, including to ensure that its use
is authorized, for management of the system, to facilitate protection against
unauthorized access, and to verify security procedures, survivability, and
operational security. Monitoring includes active attacks by authorized entities
to test or verify the security of this system. During monitoring, information
may be examined, recorded, copied and used for authorized purposes. All
information, including personal information, placed or sent over this system
may be monitored.

Use of this computer system, authorized or unauthorized, constitutes consent
to monitoring of this system. Unauthorized use may subject you to criminal
prosecution. Evidence of unauthorized use collected during monitoring may be
used for administrative, criminal, or other adverse action. Use of this system
constitutes consent to monitoring for these purposes.

administrator@192.168.0.2’s password:
Last login: Tue Nov 11 09:04:20 2008 from 192.168.0.128
Microsoft Windows 2000 [Version 5.00.2195]
(C) Copyright 1985-2000 Microsoft Corp.

C:\Documents and Settings\Administrator>

Berarti kita sudah masuk ke server windows n menggunakan tampilan seperti command prompt di windows (sebenarnya bukan command prompt yang biasa kita pakai di windows tapi merupakan switch.exe yang ditulis oleh Mark Bradshaw untuk keterangan lebih lanjut klik saja ini). Sedangkan untuk fungsi transfer file kita bisa menggunakan scp dari client linux kita…

root@e-computer:~# scp file.txt administrator@192.168.0.2:

****USAGE WARNING****

This is a private computer system. This computer system, including all
related equipment, networks, and network devices (specifically including
Internet access) are provided only for authorized use. This computer system
may be monitored for all lawful purposes, including to ensure that its use
is authorized, for management of the system, to facilitate protection against
unauthorized access, and to verify security procedures, survivability, and
operational security. Monitoring includes active attacks by authorized entities
to test or verify the security of this system. During monitoring, information
may be examined, recorded, copied and used for authorized purposes. All
information, including personal information, placed or sent over this system
may be monitored.

Use of this computer system, authorized or unauthorized, constitutes consent
to monitoring of this system. Unauthorized use may subject you to criminal
prosecution. Evidence of unauthorized use collected during monitoring may be
used for administrative, criminal, or other adverse action. Use of this system
constitutes consent to monitoring for these purposes.

administrator@192.168.0.2’s password:
file.txt 100% 84KB 84.0KB/s 00:00
root@e-computer:~#

Apabila ingin transfer file ke drive D,caranya

root@e-computer:~# scp file.txt administrator@192.168.0.2:D:

Untuk padanan terminal di linux kita bisa menggunakan Putty untuk windows. Sedangkan untuk versi GUI kita dapat menggunakan Filezilla (bisa digunakan di windows ato linux).
Berikut screenshotnya

filezilla

Menambahkan Font Windows di OpenSuse 11

Bagi temen- temen yang pake OpenSuse yang Live CD untuk diinstall pada hard disk pasti akan merasakan font yang terinstall jumlahnya sangat sedikit. Bagi yang suka dengan Word pasti akan menggunakan font Times New Roman sedangkan font tersebut tidak ada. Untuk masalah ini jangan khawatir karena kita tetap dapat menggunakan font tersebut.

  1. Font yang Windows kita kopikan ke OpenSuse kita. Letak font di Windows terletak di C:/Windows/Font lalu kita kopikan (hanya yang berekstensi .ttf) ke OpenSuse di direktori /usr/share/font/truetype.

  2. Lalu pada terminal kita ketikkan fc-cache -fv (berguna untuk meng-cache informasi font) dengan mode root.

  3. Setelah selesai maka sekarang kita bisa menggunakan font yang kita inginkan di Office kita..

Searching menggunakan find pengganti locate di OpenSuse 11

Pada OpenSuse fungsi pencarian di terminal menggunakan locate tidak pernah ada. Bagi pengguna baru maka akan kesulitan selain locate, fungsi pencarian apa lagi ya!!. Ternyata kita bisa menggunakan find. Penggunaannya yaitu ketikkan di terminal find lokasi_pencarian -name nama_file

ns:~ # find /etc/ -name vsftpd.conf

/etc/vsftpd.conf

Teknik konpresi menggunakan zip

Selain tampilan yang bagus pada OpenSuse 11 yang menggunakan KDE 4.0 (masih belum update) ternyata masih ada kekurangan, tidak seperti KDE 3.5 salah satunya yaitu kompresi zip. Biasanya kita bisa mengkompresi hanya dengan klik kanan untuk mengkompresnya tapi pada KDE 4 ternya kita tidak bisa, jadi pemecahannya kita harus mengkompresi pada terminal. Caranya zip nama_file.zip file_yang_dikompresi

ns:/opt # zip -r Kompresi.zip postfix-auto/

adding: postfix-auto/ (stored 0%)

adding: postfix-auto/gpl.txt (deflated 62%)

adding: postfix-auto/konfigurasi.sh (deflated 58%)

adding: postfix-auto/readme (deflated 61%)

adding: postfix-auto/master.cf (deflated 71%)

adding: postfix-auto/imap (deflated 78%)

adding: postfix-auto/menu.sh (deflated 60%)

adding: postfix-auto/aliases (deflated 57%)

adding: postfix-auto/main.cf (deflated 67%)

adding: postfix-auto/readme~ (deflated 61%)

Menggunakan rar dan unrar pada OpenSuse 11.

Software kompresi menggunakan rar(kompresi) dan unrar(ekstraksi) merupakan software berlisensi shareware. Walaupun dengan lisensi tersebut ternyata tidak menutup kemungkina bahwa masih banyak file yang terkompresi menggunakan rar. Jadi nau tidak mau kita masih menggunakannya. Untuk menggunakannya adalah sebagai berikut

untuk rar syntaksnya rar a nama_file.rar file_yang_dikompresi

ns:/opt # rar a Kompresi.rar postfix-auto/*

RAR 3.71 Copyright (c) 1993-2007 Alexander Roshal 20 Sep 2007

Shareware version Type RAR -? for help

Evaluation copy. Please register.

Creating archive Kompresi.rar

Adding postfix-auto/gpl.txt OK

Adding postfix-auto/konfigurasi.sh OK

Adding postfix-auto/readme OK

Adding postfix-auto/master.cf OK

Adding postfix-auto/imap OK

Adding postfix-auto/menu.sh OK

Adding postfix-auto/aliases OK

Adding postfix-auto/main.cf OK

Adding postfix-auto/readme~ OK

Done

Sedangkan untuk unrar syntaksnya unrar e nam_file.rar direktory_tujuan

ns:/opt # unrar e Kompresi.rar /opt/*

UNRAR 3.71 beta 1 freeware Copyright (c) 1993-2007 Alexander Roshal

Extracting from Kompresi.rar

Extracting /opt/gpl.txt OK

Extracting /opt/konfigurasi.sh OK

Extracting /opt/readme OK

Extracting /opt/master.cf OK

Extracting /opt/imap OK

Extracting /opt/menu.sh OK

Extracting /opt/aliases OK

Extracting /opt/main.cf OK

Extracting /opt/readme~ OK

All OK

Mungkin ini merupakan yang saya dapat tambahkan, mungkin bagi temen2 yang mempunyai permasalahan dengan OpenSuse 11 dengan KDE 4 dan mempunyai pemecahannya silahkan untuk menambahkannya…..Terima Kasih

Koneksi Virtual Box dengan Windows……???

Bagi beberapa orang yang telah lama memakai software vitualisasi pasti tidak asing lagi dengan software VMware, VirtualBox (VB), VirtualPC (buatan Microsoft). Software tersebut berguna apabila kita ingin menginstall beberapa OS di computer kita tapi tanpa merusak partisi yang ada tapi yang menjadi kosekuensinya yaitu memory RAM kita yang terpakai. Berbahagialah yang memiliki RAM besar tapi yang memiliki RAM kecil maka belialah segera karena mumpung harga RAM sekarang lagi murah loh.

VMware software yang telah lama berkecimpung di dunia virtualisasi pasti menawarkan fitur yang banyak, sehingga bagi pemula pasti bingung cara menggunakannya, belum lagi memory yang dipakai besar sekali. Maka Virtual Box lah solusi yang kedua. Kenapa???karena selain cara penggunaan yang mudah, interface yang simple, serta pemakaiannya yang enteng. Gak percaya!!!Coba aja. Menurut survey suatu majalah IT di Indonesia, software virtualisi yang terbaik adalah vitual box, diikuti VMware.

Okelah, langsung aja kita mulai, disini saya tidak membahasa tentang cara instalasi tapi bagaimana mengkoneksikan Virtual Box kita dengan OS Windows kita. Sehingga layaknya kita memilikii LAN sendiri di rumah kita dengan 1 komputer.

1.jpg

Setelah kita menginstal OS linux kita (disini saya menginstalll linux di Virtual Box saya), kita klik setting, lalu cari Network, pilih Adapter 0 → Attached to (Host Interface)

2.jpg

Setelah itu pilih Adapter 1→ Attached to (Internal Network) lalu OK.

Gunanya adapter 1 yaitu menciptakan virtual NIC pada Windows.

Sekarang lihat Network Connections, Ada Khan. Oh ya, jangan lupa matikan semua firewall supaya Virtual Box bisa nge-ping ke Windows.

3.jpg

Pada computer Windows saya beri IP 192.168.0.1

Pada computer VB saya beri IP 192.168.0.254

Ni hasilnya

4.jpg

Bisa kan!!!!

Cara koneksi VMware ke computer windows saya masih belum tahu, tapi kalo ada teman yang bisa, beritahu saya yach