You are currently browsing the monthly archive for Oktober 2008.
Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.
Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.
Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.
Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.
Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ?
Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat dimajalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.
“I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than the story of Lot and his daughters ?”
“The science which proves to us that the earth is not the centre of the celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops the sun ! One shall see the stars falling into the sea… I say that of all the suns and planets,…”
“Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Lut beserta kedua puterinya ?” (Lihat Kejadian 19:30-38)
“Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut…. saya katakan, semua matahari dan planet-planet ….”
Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :
“Religions are always based on miracles, on such things than nobody listens to like Trinity. Yesus called himself the son of God and he was a descendant of David. I prefer the religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; the turks also call us idolaters.”
“Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat didalam agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa.”
Selanjutnya :
“Surely, I have told you on different occations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Musselman and I glorify the prophet Muhammad and that I love the Musselmans.”
“Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda disetiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam.”
Akhirnya ia berkata :
“In the name of God the Merciful, the Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner.”
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping.”
Napoleon Bonaparte mengagumi AlQuran setelah membandingkan dengan kitab sucinya, Alkitab (Injil). Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggulan Al-Quran daripada Alkitab (Injil), juga semua cerita yang melatar belakanginya.
Referensi :
1. Memoirs of Napoleon Bonaparte by Louis Antoine Fauvelet de Bourrienne edited by R.W. Phipps. Vol. 1 (New York: Charles Scribner’s Sons, 1889) p. 168-169.
http://chnm.gmu.edu/revolution/d/612/
2. ‘Napoleon And Islam’ by C. Cherfils. ISBN: 967-61-0898-7
http://www.shef.ac.uk/~ics/whatis/articles/napoleon.htm
3. Satanic Voices – Ancient and Modern by David M. Pidcock, (1992 ISBN: 1-81012-03-1), it states on page 61, that the then official French Newspaper, Le Moniteur, carried the accounts of his conversion to Islam, in 1798 C.E
BAgi pengguna awam mungkin menggunakan OpenSuse untuk webserver akan kesulitan karena memiliki konfigurasi yang berbeda dari distro lainnya karena ada pemisahan untuk konfigurasi virtual host dan webserver sendiri (http.conf). Mungkin tutorial in sedikit membantu bagi para user yang ingin menggunakan OpenSuse sebagai webserver. Pada tutorial ini menggunakan YAST jadi konfigurasi webserver akan semakin gampang.
Ni Linknya karena banyak gambarnya…Lagi sulit BW nih
http://www.4shared.com/file/73451762/3c01ebdd/VirtualHost.html
Menambahkan Font Windows di OpenSuse 11
Bagi temen- temen yang pake OpenSuse yang Live CD untuk diinstall pada hard disk pasti akan merasakan font yang terinstall jumlahnya sangat sedikit. Bagi yang suka dengan Word pasti akan menggunakan font Times New Roman sedangkan font tersebut tidak ada. Untuk masalah ini jangan khawatir karena kita tetap dapat menggunakan font tersebut.
-
Font yang Windows kita kopikan ke OpenSuse kita. Letak font di Windows terletak di C:/Windows/Font lalu kita kopikan (hanya yang berekstensi .ttf) ke OpenSuse di direktori /usr/share/font/truetype.
-
Lalu pada terminal kita ketikkan fc-cache -fv (berguna untuk meng-cache informasi font) dengan mode root.
-
Setelah selesai maka sekarang kita bisa menggunakan font yang kita inginkan di Office kita..
Searching menggunakan find pengganti locate di OpenSuse 11
Pada OpenSuse fungsi pencarian di terminal menggunakan locate tidak pernah ada. Bagi pengguna baru maka akan kesulitan selain locate, fungsi pencarian apa lagi ya!!. Ternyata kita bisa menggunakan find. Penggunaannya yaitu ketikkan di terminal find lokasi_pencarian -name nama_file
ns:~ # find /etc/ -name vsftpd.conf
/etc/vsftpd.conf
Teknik konpresi menggunakan zip
Selain tampilan yang bagus pada OpenSuse 11 yang menggunakan KDE 4.0 (masih belum update) ternyata masih ada kekurangan, tidak seperti KDE 3.5 salah satunya yaitu kompresi zip. Biasanya kita bisa mengkompresi hanya dengan klik kanan untuk mengkompresnya tapi pada KDE 4 ternya kita tidak bisa, jadi pemecahannya kita harus mengkompresi pada terminal. Caranya zip nama_file.zip file_yang_dikompresi
ns:/opt # zip -r Kompresi.zip postfix-auto/
adding: postfix-auto/ (stored 0%)
adding: postfix-auto/gpl.txt (deflated 62%)
adding: postfix-auto/konfigurasi.sh (deflated 58%)
adding: postfix-auto/readme (deflated 61%)
adding: postfix-auto/master.cf (deflated 71%)
adding: postfix-auto/imap (deflated 78%)
adding: postfix-auto/menu.sh (deflated 60%)
adding: postfix-auto/aliases (deflated 57%)
adding: postfix-auto/main.cf (deflated 67%)
adding: postfix-auto/readme~ (deflated 61%)
Menggunakan rar dan unrar pada OpenSuse 11.
Software kompresi menggunakan rar(kompresi) dan unrar(ekstraksi) merupakan software berlisensi shareware. Walaupun dengan lisensi tersebut ternyata tidak menutup kemungkina bahwa masih banyak file yang terkompresi menggunakan rar. Jadi nau tidak mau kita masih menggunakannya. Untuk menggunakannya adalah sebagai berikut
untuk rar syntaksnya rar a nama_file.rar file_yang_dikompresi
ns:/opt # rar a Kompresi.rar postfix-auto/*
RAR 3.71 Copyright (c) 1993-2007 Alexander Roshal 20 Sep 2007
Shareware version Type RAR -? for help
Evaluation copy. Please register.
Creating archive Kompresi.rar
Adding postfix-auto/gpl.txt OK
Adding postfix-auto/konfigurasi.sh OK
Adding postfix-auto/readme OK
Adding postfix-auto/master.cf OK
Adding postfix-auto/imap OK
Adding postfix-auto/menu.sh OK
Adding postfix-auto/aliases OK
Adding postfix-auto/main.cf OK
Adding postfix-auto/readme~ OK
Done
Sedangkan untuk unrar syntaksnya unrar e nam_file.rar direktory_tujuan
ns:/opt # unrar e Kompresi.rar /opt/*
UNRAR 3.71 beta 1 freeware Copyright (c) 1993-2007 Alexander Roshal
Extracting from Kompresi.rar
Extracting /opt/gpl.txt OK
Extracting /opt/konfigurasi.sh OK
Extracting /opt/readme OK
Extracting /opt/master.cf OK
Extracting /opt/imap OK
Extracting /opt/menu.sh OK
Extracting /opt/aliases OK
Extracting /opt/main.cf OK
Extracting /opt/readme~ OK
All OK
Mungkin ini merupakan yang saya dapat tambahkan, mungkin bagi temen2 yang mempunyai permasalahan dengan OpenSuse 11 dengan KDE 4 dan mempunyai pemecahannya silahkan untuk menambahkannya…..Terima Kasih












